Sejarah Linux
Linux pada
mulanya dibuat oleh Linus Torvalds seorang mahasiswa Finlandia. Dahulu
Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX
kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Namun Linus merasa bahwa Minix
masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23,
Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang
kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil
oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan
Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu,
Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan
source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para
programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.
Saat ini Linux
merupakan sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan,
pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang
merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan
dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux
mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena
Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat
pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi
dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat.Karena
kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang
tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software
Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan
Hewlett-Packard dan Sun. Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat
digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor,
database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti
Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi
Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai
Scilab. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut
Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux,
program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai
dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :
RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan
distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
Debian,
distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan
aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan deb dalam paket
instalasi programnya.
Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua
dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware
adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang
sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua
karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program
yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau
untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan
libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools)
untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana
instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau
komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat
dengan Mandrake.
WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi
untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan
merupakan suatu program aplikasi under Windows.
Linux adalah
suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat
berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih
tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat
berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple,
Microsoft dan Novell. Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya,
LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada
kernel dari suatu sistem operasi, suatu penamaan yang biasa digunakan untuk
mengacu ke pada suatu kumpulan lengkap software, yang bersama-sama dengan
kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap.Linux dulunya adalah proyek
hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix.
Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum. Linux
versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober
1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya
dapat menjalanka n bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).
Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan
(networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux
sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan
OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem
operasi ini termasuk ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor
dan utilitas. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan
PPP, dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk
versi pengembangan terakhir. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia
yang telah bekerja dan menjadikan Linux portabel ke suatu platform baru, begitu
juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga
bertindak sebagai team pengembang sendiri.
Perbedaan
Mendasar Linux.
Satu hal yang
membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah, harga. Linux ini GRATIS.
Berarti dapat diperbanyak, dan didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee
atau royalti kepada seseorang. Tetapi banyak isue lainya dengan bersifat free,
selain dari pertimbangan harga. Source code Linux tersedia bagi setiap orang.
Perkembangan Linux menunjukkan pentingnya peranan kebebasan ini. Hal ini telah
menghasilkan suatu tingkat keterlibatan yang menakjupkan dari ribuan atau
bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia. Kebebasan ini telah memungkinkan
para vendor perangkat keras membuat driver untuk divace tertentu tanpa harus
mendapatkan lisensi source code yang mahal, atau menandatangani non descructive
agreement. Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi mahasiswa ilmu
komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang
nyata dan berkualitas komersial. karena Linux itu tersedia secara bebas di
Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat
dianggap sebagai berbagai versi kemasan Linux. paket ini termasuk lingkungan
Linux lengkap, perangkat lunak untuk instalasi, dan mungkin termasuk perangkat
lunak khusus, dan dukungan khusus.
Perbandingan
Linux terhadap sistem operasi lainnya.
Linux disusun
berdasarkan standard sistem operasi POSIX, yang sebenarnya diturunkan
berdasarkan fu ngsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system
call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux
dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang
minimal. Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding Unix
lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan, yaitu tidak
bersifat free. Linux, sering juga disebut GNU/Linux, adalah operating sistem
yang kompatible dengan Unix, berisi kernel Linux itu sendiri dan sekumpulan lengkap
alat-alat dan program-program lain, yang kebanyakan di bawah naungan proyek GNU
dari Free Software Foundation. Tampilan grafis atau Graphical User Interface
(GUI) disediakan oleh X Window System beserta kumpulan libraries dan
alat-alatnya. Semua software ini bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU
General Public License atau lisensi-lisensi lain yang mirip dengan itu.
Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk
source code (bisa dibaca manusia) maupun binary (bisa dibaca mesin), sehingga
program tersebut dapat diubah, diadaptasi, maupun dikembangkan lebih lanjut
oleh siapa saja. Karena banyak sekali program-program maupun komponen software
(biasanya tergabung dalam paket) yang membentuk sebuah sistem Linux yang lengkap,
dan kesemuanya itu diurus oleh banyak orang dan organisasi dalam jadwal yang
berbeda-beda, maka beberapa perusahaan dan organisasi mengumpulkan paket-paket
tersebut menjadi satu distribusi (distro). Tapi tidak itu saja, mereka juga
melakukan tes-tes terhadap software di dalamnya, mengembangkan program-program
instalasi atau yang memudahkan instalasi, sebagian ada yang memberikan
technical support, dan sebagainya. Ada distribusi komersial seperti Red Hat,
Caldera, SuSE, dan ada juga distribusi yang non-komersial seperti Debian
GNU/Linux. Baik distribusi komersial maupun non-komersial tersedia tanpa
dipungut biaya di internet, dan juga di media seperti CD-ROM (anda bayar ongkos
media plus ongkos kirim tentunya).
Perbedaan
mendasar antara komersial dan non-komersial adalah bahwa produk komersial
didukung oleh perusahaan yang menyediakan technical support, dan mungkin juga
menyediakan beberapa software komersial lain yang tidak bisa didistribusikan
secara gratis. Hal ini tentunya pe nting di lingkungan bisnis tertentu. MS-DOS
memiliki kemiripan dengan Linux, yaitu file sistem yang bersifat hirarkis.
Tetapi MS-DOS hanya dapat dijalankan pada prosesor x86, dan tidak mendukung
multi-user dan multi-tasking, serta tak bersifat free. Juga MS-DOS tidak
memiliki dukungan yang baik agar dapat berinteroperasi dengan sistem operasi
lainnya, termasuk tidak tersedianya perangkat lunak network, program
pengembang, dan program utilitas yang ada dalam Linux. Microsoft Windows
menawarkan beberapa kemampuan grafis yang ada pada Linux termasuk kemampuan
networking, tetapi tetap memiliki kekurangan yang telah ada pada MS-DOS.
Windows NT yang juga tersedia untuk Digital Alpha dan juga prosesor x86 juga
memiliki beberapa kekurangan yang telah ada pada MS-DOS. Waktu untuk menemukan suatu
bug dalam suatu sistem operasi ini tak sebanding dengan harga yang harus
dibayar. Sistem operasi Apple untuk Macintosh hanya dapat berjalan di sistem
Mac. Juga memiliki kekurangan dari sisi ketersediaan perangkat bantu pengembang
(development tool), dan juga kurang dapat secara mudah untuk berinteroperasi
dengan sistem operasi lainnya. Apple juga telah memungkinkan Linux dapat
dijalankan pada PowerMac.
Asal Linux
Pertama dan yang
paling penting adalah, Linux memiliki akar perkembangannya dari Internet. Jadi
Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat
pengetahuan dan pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi
dengan cara cepat dan efisien, Internet menjadi pilihan alat bantu. Begitu juga
dengan pilihannya pada Linux, ini menjadikan beragam perangkat bantu untuk
mengakses Internet, telah tersedia pada Linux sejak awal perkembangannya.
Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak apl
ikasi yang berasal dari perangkat lunak terbaik yang tersedia. Sebagai contoh,
C Compiler mengunakan gcc dari Free Software Foundation GNU's Project. Compiler
ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packaard dan Sun. Apakah Linux
menyediakan setiap aplikasi untuk keperluan kantor agar dapat menjalankan
bisnis. Tidak, tetapi banyak aplikasi yang serupa tersedia misal untuk
spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang tersedia
untuk Linux. Beberepa aplikasi seperti Aplixware, C orel, dan Empress
memberikan kemampuan serupa.
Pengguna Linux
Linux populer
digunakan di lingkungan pemerintahan (khususnya di USA) dan industri. Pada
banyak kasus pilihan terutama disebabkan pertimbangan harga. Tetapi kemudian
dibuktikan bahwa ini merupakan pilihan yang tepat berdasarkan aspek yang
lainnya pula. Linux telah menunjukkan penetrasinya di bidang yang lainnya pula
yaitu web server dan merupakan sistem operasi pilihan di lingkungan
universitas. Juga bagi para pengguna yang menginginka n mempelajari UNIX untuk
perkembangan karirnya. Sehingga Linux banyak digunakan untuk perangkat bantu
pelatihan. Linux juga populer dalam penggunanaan sistem embedded dan aplikasi
turnkey (siap pakai) termasuk firewall Interwall, router, Point of Sale (POS).
Juga ada beberapa penerbit yang menggunakan Linux pada sistem Raster Image
Processor (RIP).
Arsitektur
Prosesor seperti
Digital Alpha dan StrongARM, Intel 386/486/Pentium/PentiumPro/Pentium
II/Pentium III, AMD, Cyrix/IBM, Motorola 68x000, PowerPC (termasuk Power Mac)
dan Sun SPARC semuanya didukung oleh Linux. Windows NT hanya mendukung Intel
(dan clone) dan Digital Alpha. Sedangkan Windows 95/98 hanya jalan di atas
Intel dan kawan-kawan (AMD, Cyrix).
Dukungan Hardware
Linux mendukung berbagai jenis perangkat keras PC, termasuk disk IDE, EIDE,
SCSI, MFM, RLL, dan ESDI, tape dan CD-ROM drive SCSI dan EIDE, sound cards,
berbagai jenis mouse, video cards, motherboard chipsets, scanners, printers,
dan sebagainya . Hardware yang didukung oleh Linux mungkin tidak sebanyak
Windows 95/98 tapi mungkin lebih banyak daripada Windows NT. Beberapa vendor
perangkat keras menyediakan driver secara langsung untuk Linux, beberapa
menyediakan spesifikasi hardware secara cuma- cuma, dan selebihnya tidak
menyediakan driver maupun spesifikasi untuk produk mereka. Tentu saja,
produk-produk dari vendor yang menyediakan driver atau mengikuti aturan standar
dari driver yang sudah ada mendapat dukungan utama, diikuti dengan produk-pro
duk yang tersedia spesifikasi teknisnya (biasanya sebentar saja setelah
spesifikasinya dipublikasikan) dan diminati oleh khalayak pengguna Linux, dan
(relatif sedikit) produk-produk yang tidak ada informasi teknisnya biasanya
tidak disupport.
Kemudahan Akses Device
Device atau
perangkat di Linux umumnya muncul sebagai file. Sehingga program-program bisa
membaca dan menulis ke device-device seperti tape drive, modem, terminal, dan
sebagainya. Hal ini membuat hampir semua device bisa diakses oleh semua bahasa
pemrograman, dengan meniadakan ketergantungan terhadap Application Programming
Interfaces (API) yang spesifik dengan bahasa pemrograman tertentu. Di Windows,
yang menggunakan model API, banyak perangkat yang hanya bisa diakses melalui C
dan bahasa lain yang sejenis, dan membutuhkan program adapter (seperti OCX)
untuk bisa diakses dari bahasa lain.
Pemanfaatan Memory
Virtual memory
membuat Linux mempunyai kemampuan untuk menjalankan program-program yang lebih
dari seharusnya jika hanya mengguna kan memori fisik saja. Sistem virtual
memory di Linux melebihi penggunaan sederhana dari swap space, program-program
yang dijalankan lebih dari sekali akan dimasukkan sekali ke memori, dan sistem
virtual memory akan digunakan untuk menggabungkan satu prog ram image (text
area) dengan banyak data images. Hal ini berakibat penggunaan memori yang
optimal, namun demikian tetap memproteksi ruang memori dari masing-masing
program, mencegah program saling "mengotori" ruang memori dari
program lain.
Skalabilitas
Linux bisa
berjalan di mesin sekecil 3Com Palm Pilot dan Digital Itsy dan mesin sebesar
Beowulf clusters (sekumpulan PC yang cepat dihubungkan untuk menyelesaikan
persoalan ilmiah/scientific). Linux juga mendukung multiple processors hingga
16 buah.
Stabilitas Sistem
Linux sangat luar
biasa stabil. Jika dikonfigurasi dengan benar, sistem Linux akan
"hidup" terus hingga hardwarenya tidak memadai (rusak) atau tidak ada
tegangan listrik atau seseorang mematikan sistem. Umur hidup sistem yang
berkela njutan hingga ratusan hari atau lebih merupakan hal yang sudah biasa.
Penerjemah sering mendengar laporan dari user/network admin bahwa sistem
Windows NT pada umumnya membutuhkan reboot berkala untuk menjaga stabilitas,
dan Windows 95 yang pada umumnya pe rlu diinstall ulang supaya sistem bisa
berjalan lancar tanpa keluhan. Salah satu hal yang mendasari stabilitas ini
adalah penomoran versi dari shared libraries. Kebanyakan aplikasi Windows
menginstall versi-versi baru dari Dynamic Link Libraries(DLL), yan g pada
umumnya mengakibatkan aplikasi lain yang meminta versi lain dari DLL tersebut
tidak berfungsi dengan semestinya. Lain halnya dengan shared libraries di
Linux, yang mencantumkan versi pada nama filenya sehingga memungkinkan untuk
menginstall versi b arunya tanpa merusak ketergantungan program lain. Linux
juga mewarisi tradisi Unix dengan mendukung adanya file permissions (ijin
file), yang dapat mencegah pengubahan atau penghapusan file tanpa ijin dari
pemiliknya. Karena itu, virus pada dasarnya tidak dikenal di dunia Linux.
Masalah keamanan yang menyangkut operating system itu sendiri biasanya
diumumkan beberapa jam saja setelah ditemukan, diikuti dengan bugfix,
workaround, advisory, dan sebagainya. Misalnya waktu ditemukan bug di hardware
itu sendiri (processor Pentium dengan bug F0 0F), workaround sudah tersedia
untuk download beberapa saat setelah diumumkan adanya bug tersebut.
Banyaknya servis
Distribusi Linux
pada umumnya sudah memiliki program-program networking beserta dokumentasinya.
Hal ini tentu lebih baik jika dibandingkan dengan Windows NT, di mana banyak
fasilitas seperti telnet, NFS, dan server X Window, tidak disertakan dalam
distribusi standard dan biasanya harus dibeli terpisah dari perusahaan lain,
dan tentu saja membutuhkan b iaya lebih. Contohnya, Linux bisa menerima banyak
koneksi POP3 sekaligus dan kemudian meneruskannya ke sistem mail delivery
standard. Hal ini belum memungkinkan di NT, bahkan dengan standard Exchange
Server add-on. H. Penggunaan network Banyak bagian dari sistem Linux dibagi dua
(client-server), dan keduanya bisa berjalan di komputer yang sama maupun
berlainan. Salah satu contohnya adalah GUI (Graphical User Interface) dari
Linux yaitu X Window System. Hal ini memungkinkan aplikasi berjalan di komputer
manapun di network, dan mengarahkan tampilan ke komputer manapun di network.
Anda bisa menampilkan beberapa windows dari aplikasi secara bersamaan, satu
windows dari aplikasi yang berjalan lokal di komputer anda, dan windows lain
berasal dari aplikasi y ang berjalan di komputer lain. Contoh lain adalah pencatatan
log dari printer, dan subsistem lainnya. Kemampuan ini bisa berguna sekali
untuk menyediakan technical support dan administrasi sistem jarak jauh. Malah,
hampir semua operasi yang bisa dilakuk an secara lokal bisa juga dilakukan dari
jarak jauh lewat network, kecuali menyolokkan kabel atau menekan tombol power
untuk menghidupkan komputer.
Desain dan keamanan multi-user
Linux banyak
mendasarkan diri pada Unix, sehingga salah satu keunggulan nya adalah
multi-user, sistem bisa digunakan oleh banyak orang secara bergantian maupun
bersamaan (akses jarak jauh dari komputer atau terminal lain baik menggunakan
modus teks maupun grafis seperti X Window). File-file masing-masing user
disimpan di rua ng kerjanya (home directory) sendiri-sendiri, dan dilindungi
dari pengubahan/penghapusan tanpa ijin dengan cara menerapkan kepemilikan dan
perijinan file. Masing-masing program berjalan dengan ruang memorinya sendiri
yang diproteksi oleh operating system sehingga tidak bisa mencampuri atau
mengintip proses lain.
Program-program (aplikasi)
Aplikasi Linux
berbeda dengan aplikasi Windows, tapi pada umumnya menyediakan fungsi yang
sama. Dalam banyak hal, software gratis dan open-source di Linux menyediaka n
fungsi yang sama dengan aplikasi komersial yang lebih mahal. Contohnya, Gimp
adalah program gratis yang berfungsi untuk pengolahan gambar yang bisa
disetarakan dengan program komersial Adobe Photoshop yang bisa dibilang mahal.
Berbagai aplikasi komersi al yang populer juga tersedia versi Linuxnya, antara
lain Corel WordPerfect, Netscape FastTrack web server, Oracle, dan lain-lain.
Banyak perusahaan yang sudah mulai menyediakan versi Linux untuk produk-produk
unggulan mereka, dari Informix, Sybase, Corel , Allaire, dan lain-lain.
Scripting
Linux juga
menyediakan berbagai peralatan scripting, yang memungkinkan anda untuk menulis
"File .BAT dengan Steroids" untuk otomatisasi pekerjaan.
Script-script ini bisa dijalankan secara manual, maupun dijadwalkan untuk waktu
tertentu, bahkan bisa memiliki tampilan grafis (GUI). Hampir semua informasi
konfigurasi Linux disimpan dalam file-file teks yang membuatnya gampang diolah
dengan script maupun secara manual. Hal ini memudahkan pekerjaan yang kompleks
atau ya ng berulang-ulang, jika dibandingkan dengan sistem lain yang mempunyai
sistem konfigurasi binary (seperti registry di Windows) dan juga sistem yang
kurang mendukung scripting. Sebagai contoh, menambah beberapa ratus user yang
datanya diambil dari (katakan lah..) spreadsheet, bisa dilakukan dengan mudah
di Linux, tapi hampir tidak mungkin dilakukan di NT.
Alat-alat problem-solving
Linux tidak
menyembunyikan informasi dari user. Hal ini berarti informasi penuh dari
keadaan sistem dan pesan kesalahan (error) selalu tersedia. Hal ini
memungkinkan diagnostik masalah dengan cepat dan bisa diperbaiki dengan cepat
pula. Linux menyediakan alat-alat untuk menampilkan penggunaan memory dan CPU
untuk masing-masing program, untuk menentukan program mana (kalau ada ) yang
menggunakan suatu file pada suatu saat, untuk melacak program pada saat
berjalan, dan meneruskan pesan-pesan kesalahan (error) dari keseluruhan
komputer di network ke satu komputer untuk memudahkan pengawasan (monitoring).
Komunitas pengguna
Salah satu kunci
keunggulan Linux adalah komunitas penggunanya, yang memenangkan InfoWorld's
award for best support tahun 1997 mengungguli semua penyedia jasa technical
support komersial. Red Hat Linux juga menerima penghargaan Product of the Year.
Karena k omunitas pengguna Linux meliputi komunitas developernya juga, maka
sudah biasa kalau menerima respons atas pertanyaan kompleks yang ditanyakan di
newsgroup comp.os.linux.misc hanya dalam waktu setengah jam atau paling lama
satu hari. Mailing list id-linux@linux.or.id juga merupakan forum di mana anda
bisa mendapatkan respons yang lumayan cepat.
Support komersial
Support
komersial bisa didapatkan dari vendor distribusi komersial seperti Caldera atau
Red Hat dan dari ratusan konsultan. Tidak seperti konsultan yang menyediakan
jasa support untuk operating system proprietary yang mengandalkan bug fixes dan
data-data teknis dari vendor atau perusahaan pemegang hak milik operating
system tersebut, penyedia jasa support untuk Linux mempunyai akses penuh ke
source code dan bisa menyelidiki masalah secara mendalam dan cepat. Mereka juga
bisa mengubah program tersebut tanpa persetujuan dari penyedia software.
PERBEDAAN MENDASAR ANTARA WINDOWS DAN LINUX
Dari
Segi Penggunaan:
- WINDOWS :
Biasanya digunakan untuk pekerjaan umum seperti pembuatan laporan atau
unutk pengerjaan tugas pelajar OS windows paling banyak penggunanya
dibandingkan OS lainnya, dikarenakan Windows sudah familiar dikalangan
pelajar dan pekerja. Selain itu interface di Windows juga memudahkan
penggunanya untuk mengoperasikannya.
- LINUX
: Biasanya digunakan untuk sistem administrator, hal ini dikarenakan Linux
sangat tahan terhadap serangan virus dan juga sourcecodenya dapat dengan mudah
dirubah dan ditambah. Hal ini dapat dilakukan karena linux opensource..
Dari
Segi Harga :
- WINDOWS
: Untuk masalah harga OS Windows cukup mahal akan tetapi karena kebutuhan
dan karena user friendly OS Windows sangat laris dipasaran. Karena banyak
pengguna dan harga yang relatif mahal OS Windows banyak yang membajak. Hal
ini sebenarnya sangat merugikan karena untuk mengembangkan OS sendiri
membutuhkan biaya yang mahal pula.
- LINUX
: Dari segi harga OS Linux sangat terjangkau karena Linux opensource jadi
biaya yang dibutuhkan hanya biaya akses internet untuk mendownload OS
Linux tersebut. Walaupun opensource dari segi tampilan Linux tidak kalah
dari OS Windows maupun MAC OS. Bahkan saat ini pennguna Linux hampir
mendekati jumlah pemakai Windows.
Dari
segi ketahanan :
- WINDOWS
: Untuk masalah serangan virus OS Windows sangat rentan terhadap serangan virus.
Dikarenakan pengguna Windows sangat banyak dan banyak yang ingin mencoba
untuk mencari celah keamanan dalam sistem operasi Windows. Berdasarkan
survey pada tahun 2009 telah ditemukan sebanyak 39% celah keamanan OS
Windows kritis dan sangat rentan terhadap serangan hacker.
- LINUX
: Walaupun Linux sangat tahan terhadap serangan virus bukan berarti tidak
memiliki celah keamanan dalam sistem operasinya, karena berdasarkan hasil
survey pada tahun 2009 ditemukan celah keamanan pada Sistem Operasi Linux
sebesar 14%. Mungkin dengan seiring bertambah banyaknya pengguna Linux
akan bertambah pula Hacker yang mencoba untuk mencari celah keamanan pada
Sistem Operasi ini.




